Sebuah,

Setiap saat,
Tahun berganti bulan
Hari berganti jam
Menit beranjak jam

Seringkali ku merangkak,
Dari jejak yg pernah ku cerna, sbg candu yg memaksa.

Seringkali ku melangkah,
Sekalipun bongkahan tajam mencela, kian mencecah.

Kau pikir mudah ?!
Semudah kau tertawa, bahwa hanya canda-gurau semata !

Maka maaf aku, ku menyalahkanmu.

Sebab,
Jika kau telisik, serupa lautan.
Mungkin ini palung terdalam.

Dan kini tibalah,
Dimana bayanganku,
Menjelma namamu,

Cinta.

Tebuireng, 18/12/19

Comments

Post a Comment