EPISODE PERTAMA DAN TERAKHIR
PUJANGGA DG MALAM-NYA
Bahkan angin malam itu tak bersuara, dengkuran bagaikan auman singa pun tak ia hiraukan
Ia risau, risau dg segala kehendak hati yang tak pernah dia inginkan.
“ Sujud qiyamul lail mungkin jawaban ! ‘’ kata pemuda itu.
Dua rokaat-pun tlah usai ia dirikan, do’a pun ia panjatkan.
“ Ya robb apakah hal kerisauaan hati hamba ini ? jikalau ini tentang dirinya yang jauh disana, yg tak mungkin pula malam ini dia juga risau akan hatinya, yang tak mungkin seperti hamba yg kotor ini . namun mengapa Ya Robb, masih kau sematkan nama nya yg begitu jauh dari diri hamba yg penuh dg keburukan ? ’’
Ia, dia seorang pemuda yang selalu bingung perihal nafas dan hati. Muhammad Fazaid/ zaid begitu temannya memanggilnya. Kisahnya bermula ketika dia duduk dibangku tsanawiyah ( smp ) di sebuah pesantren di daerah jawa timur, terlintas sosok yang sampai ini ia damba akan masa depan.
Entah mengapa rasa itu masih ia simpan hingga kini. Mungkin cinta monyet iya benar bisa jadi, “atau mungkin memang kehendak Tuhan” kata teman sebanggkunya dulu.
Entah mengapa rasa itu masih ia simpan hingga kini. Mungkin cinta monyet iya benar bisa jadi, “atau mungkin memang kehendak Tuhan” kata teman sebanggkunya dulu.
Kala aliyah (SMA)-pun, ia masih melekat dg pekat nama yg slalu ia damba sedikitpun tak pernah terhitung ia berkehendak melirik selain-nya. Dan tak terhitung pula, betapa ia sabar kala teman mencibir dg bahasa yg entah sekasar itu “ kowe iki ngoco o le le .. ‘’.
Sabar, ya benar kata itu yg menjadi motivasi dan do’a kala segala cacian cibiran ia terima. Ia pula selalu berkata pada sahabatnya yg kini kuliah di Universitas Al – azhar kairo mesir, Khoirul namanya.
Khoirul pernah bertanya,
“ asline kowe iki kok iso seneng arek e mergo opo sih ? kok aku nyawang arek e yo biasa ae iku .. ‘’ . dijawabnya singkat “ aku yo gak paham e hehe .. ‘’.
‘’ yo wes nek ngunu, mugo diparingi Gusti sing paling apik gawe kowe. Wes ayo saiki siap2 bariki takhossus ‘’ kata Khoirul.
‘’ Aamiin,, siap lurr ‘’ jawab zaid.
BERSAMBUNG


Comments
Post a Comment